Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Januari 2010

Seni dan Kritik


Sebenarnya ini adalah cerita yang sudah lama saya dengar dari teman saya, sekitar 2 bulan yang lalu. Cerita mengenai seorang Raja yang cacat mata kanannya dan tiga orang pelukis kerajaannya yang menggambarkan penguasa dan para pengkritiknya.

Cerita dimulai saat sang raja yang cacat mata kanannya ini berkunjung ke negeri tetangga, di negeri tetangga tersebut sang raja melihat sebuah lukisan diri raja negeri tetangga tersebut yang diletakkan dan dipajang di atas singgasananya. Sangat indah dan berwibawa, begitu pikir sang raja saat sedang dalam perjalanan pulang ke negerinya setelah seharian berkunjung ke negeri tetangga tersebut.

Sesampainya di kerajaannya, ia berfikir seandainya ia juga memiliki lukisan dirinya yang dipajang di atas singgasanya maka akan bertambah wibawanya. Singkat cerita, dipanggilnya Wazir kerajaan untuk mendengarkan segala usulannya mengenai kerajaan termasuk mengenai lukisan dirinya tersebut. Sang wazir yang mengetahui hal tersebut, segera memberikan usul untuk mengadakan pencarian para pelukis terbaik di wilayah kerajaan, maka disetujui usul tersebut oleh raja.Dalam tiga hari, wazir mendapatkan tiga pelukis terbaik di kerajaan tersebut. Kemudian oleh raja, mereka bertiga diperintahkan untuk melukis diri sang raja termasuk menentukan pose yang akan diperagakan oleh raja.

Eskimo dan Bahasa


Kemarin malam, saya tidak berkesempatan untuk mengunjungi "rumah" saya ini karena sudah sangat lelah setelah seharian memperbaiki"nya" dan menulis posting di dalamnya.Saya mengisi waktu dengan membaca sebuah buku yang berisi mengenai kisah - kisah teladan. Sebuah kisah yang membuat saya tersentuh karena hikmahnya yang sangat besar bagi saya yang bercita - cita untuk menjadi seorang Aktivis, Politikus dan Diplomat.

Kisah tersebut dimulai ketika seorang Eskimo Greenland diikutsertakan dalam sebuah ekspedisi Amerika Serikat ke Kutub. Sebagai imbalan atas bantuannya dalam riset tersebut, dia diajak untuk berkunjung ke kota New York. Dia, si Eskimo Greenland sangat kagum dengan semua keajaiban yang dilihat dan didengarnya.